Arsip untuk Renungan

PENCIPTAAN

Dede Komarudin Soleh
Allah Swt. telah menundukan alam semesta untuk kelangsungan hidup manusia, sehingga berbagai kemajuan dapat diraih. Akan tetapi –dengan tidak bermaksud men-generalisir– seiring dengan semakin majunya peradaban dan ilmu pengetahuan manusia tentang alam semesta, manusia semakin mengalami kemunduran dalam akidah. Allah Swt. telah membuka rahasia-rahasia-Nya tentang alam semesta, namun manusia semakin menutup hati dan akal untuk mengagungkan-Nya. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Menanam Cinta dengan Iman

Mari menanam cinta dengan Iman
Penghormatan yang beliau saw terima dari para sahabatnya dalam konteks takriman, ta’liman wa qudwatan sering mejadi kemudahan bagi beliau dalam menjalankan berbagai aktifitas peribadahannya. Tidak sebatas itu, bahkan dalam keadaan sulit sekalipun para sahabat tetap berusaha menyelamatkakn rasulullah saw sang messenger risalah suci dari ulah tangan-tangan kafirin. Tidak jarang para sahabat menjadi hantaman lawan demi membentengi rosulullah saw walaupun pada akhirnya beliau mesti terluka di bagian pelipis dan grahamnya pada peristiwa perang uhud. Kiranya apa yang menyebabkan sejarah serangkaian pengurbanan para sahabat berani dilakukan terhadap baginda rasulullah saw? Tidak adakah alasan lain yang mereka lakukan itu atas dasar cinta? Bukankah mencintai Allah itu berarti harus mencintai rasul? Bukankah sesuatu yang dicintai itu haruslah dita’ati permintaanya, dipelihara, dirawat dan dilestarikan? apalagi yang dicintai itu benar adanya? Baca entri selengkapnya »

Menghidupkan Shalat Berjama’ah

Menghidupkan Shalat Berjama’ah
عن اْبي هريرة ض اْن رسول الله ص قا ل : والذي نفسي بيده لقد هممت اْن امر بحطب
فيحتطب. ثم امر با الصلاة فيؤذن لها, ثم لمر رجلا فيؤم الناس.ثم اخالف الى رجال لا يشهدون الصلاة فاْ حرق عليهم بيوتهم, والذي نفسي بيده لو يعلم احدهم اْنه يجد عرقا سمينا اْو مرماتين حسنتين, لشهد العشاء (متفق عليه واللفظ للبخاريَ – نيل الاْوطار (3 : 150 – سبل السلام 2 : 18)
Ibadah shalat bukan sekedar ibadah cangkang tanpa isi, bukan gerakan-gerakan tanpa aplikasi, shalat bukan sekedar mengajarkan harus sesuai antara ucapan dan perbuatan, bukan juga sekedar mengajarkan kejujuran untuk diri pribadi yang melaksanakannya saja, melainkan kejujuran yang dapat disaksikan oleh khalayak umum. Shalat yang jumlah roka’atnya dua harus benar-benar dua raka’at seperti shalat subuh, shalat yang tiga raka’at harus benar-benar tiga raka’at seperti shalat maghrib serta shalat yang empat raka’at harus benar-benar empat roka’at seperti shalat dzuhur, ‘ashar dan isya. Kejujuran pada shalat tersebut akan terlihat oleh khalayak umum jika memang shalatnya tidak munfarid (sendirian) alias berjama’ah. Baca entri selengkapnya »

UJIAN ITU AKAN SELALU ADA

Oleh: Dede Komarudin Sholeh

Setiap detik yang kita lalui, itu adalah masa lalu. Betapa indahnya jika kita menggoreskan sejarah yang manis dalam detik-detik itu. Sehingga detik-detik itu menjadi teladan bagi detik-detik selanjutnya. Karena kebaikanlah yang telah kita perbuat. Tak ada dosa Baca entri selengkapnya »