UNSUR QASAM DALAM SURAT AL-ADIYAAT

oleh: dias jumyati

Muqsim: Allah SWT

Sighat Qosam: wawu (و)

Muqsam Bih: Kuda Perang

Muqsam ‘Alaih: fal muriyaati qadhaan

Munasabah Ayat

1. demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,

Dengan maksud bahwa kuda perang berjuang sekuat tenaga dengan mengeluarkan segala potensi yang ada dalam dirinya untuk berbakti atau taat kepada tuannya.

2. dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),

Dengan maksud saat kuda mengeluarkan seluruh potensi yang dimilikinya, kuda perang hanya menggunakan alat yang sederhana (sepatu) yang dari dulu hanya seperti itu saja tidak pernah berubah.

3. dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,

Maksudnya ialah bahwa melakukan perubahan diwaktu shubuh, yang berdampak dalam ayat selanjutnya

4. Maka ia menerbangkan debu,

Dengan maksud bahwa ketika kuda perang menyerbu dengan mengeluarkan segala potensinya yang ada pada waktu pagi, ini akan berakibat musuh luluh lantak berterbangan seperti debu.

5. dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,

Dalam arti dapat melakukan sebuah perubahan sosial

6. Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya,

Disini ada sebuah kecenderungan manusia yang berbeda dengan kuda perang, yang mana kuda perang mampu mengeluarkan segala potensi yang dimilikinya untuk tuannya sebagai ucapan terima kasih, tetapi manusia selalu berleha-leha dan tidak taat kepada tuannya (Allah) padahal manusia lebih semperna dibandingkan kuda perang tadi.

7. dan Sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,

Kalau dalam tafsir ibnu ‘Abbas, yakni sesungguhnya Allah Ta‘ala benar-benar Mencatat perbuatannya itu.

8. dan Sesungguhnya Dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta

Dengan maksud yakni manusia mencintai kepada hartanya sangat luar biasa hingga manusia lupa akan hakikat dirinya bahwa Allah lah yang telah memberikan segala yang dibutuhkannya, yang pada akhirnya manusia menjadi sangat bakhil.

9. Maka Apakah Dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,

Kalau yang mampu saya fahami dari ayat ini, adalah bahwa ini merupakan penawar bagi keenderungan manusia dari 6-8. Hingga Allah mengingatkan bahwa manusia akan dibangkitkan dari dalam kubur yang pada kenyataannya harta yang dahulu mereka cintai tidak akan mampu menolongnya.

10. dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,

Kalau dalam tafsir Ibnu ‘Abbas yakni yakni dan diperlihatkan (semua) kebaikan, keburukan, kebakhilan, dan kedermawanan yang ada di dalam setiap hati.

11. Sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha mengetahui Keadaan mereka.

Dengan maksud bahwa Rabb mengetahui akan apa yang telah diperbuat manusia semasa hidupnya.

Jadi dapat saya simpulkan kenapa Allah bersumpah kepada diri-Nya melalui kuda perang dengan maksud agar manusia bercermin kepada kuda perang yang selalu patuh kepada tuan hingga kuda perang tersebut berupaya mengeluarkan segala potensi yang dimilkinya dengan fasilitas yang sederhana (sepatu) hanya untuk taat kepada manusia.

Kuda perang ini juga menjadi gambaran untuk manusia agar melakukan segala perubahan itu diwaktu dini mungkin agar mampu memporak porandakan keadaan agar dapat melakukan perunahan sosial diruang lingkup masyarakat khususnya. Yang pada kenyataannya manusia harus mengeluarkan segala potensi yang dimilikinya dengan kesempurnaan fasilitas yang diberikan tuannya (Allah) jangan sampai kalah dengan kuda perang ayng diberi fasilitas sederhana tetapi mampu mengoptimalkannya dengan baik untuk tuannya.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: