Masjid Sentral Islam

Mesjid Markas Kaum Muslimin
Oleh : Irham Shidiq
Sejalan dengan perkembangan keislaman yang terus pesaat melaju dari masa kemasa, namun yang tak akan pernah usang dan lupa dalam benak kita sebagai kaum muslimin adalah proses pembentukan masyarakat madani. Berawal dari pembentukan nama madinah dari nama asal yatsrib, memberikan world view (cara pandang) sekaligus falsafah yang fundamental. Yatsrib yang memiliki makna nomaden dengan bijak dan penuh idiologi tinggi oleh rosul di ganti menjadi madinah (kota) dari akar kata al-dinu (agama) yang berorientasi membentuk masyarakat kota/modern dan agamis. Dengan ini islam memiliki wajah yang memandang jauh kedepan untuk kebaikan akhirat dan kemajuan tarap hidup di dunia.
Langkah kedua dari upaya beliau dalam membangun peradaban islam adalah dengan mendirikan masjid sebagai sentral ibadah dan kegiatan mu’amalah. Bukan lantaran pada masa itu tidak ada lembaga pemerintahan semata yang menangani berbagai permasalahan kemasyarakatan, karna tercatat dalam sejarah sejak masa kepengurusan ka’bah di Makkah ataupun secara cultural di Madinah urusan-urusan kemasyarakatan telah ada namun belum mencapai kesempurnaan. Lantas dengan sigap rosul mengambil alih kesempatan itu dengan membangun sarana dunia akhirat di tengah-tengah dinamika masyarakat yang tengah berlangsung.
Sedikit demi sedikit berbagai urusan ditangani oleh beliau dan beberapa sahabat didalamnya. Sampai akhirnya masjid benar-benar terasa fungsinya. Dengan memberikan motivasi ibadah di dalam mesjid dengan syariat pahala ganda dan keutamaan tempat sampai hal membersihkan masjid nabi memberikan penghargaan yang sangat besar. Pernah diceritakan dalam sebuah hadits “hadits diterima dari Abu Hurairoh r.a. tentang kisah perempuan yang menyapu masjid. Nabi SAW menanyakan . para sahabat menjawab, “ia telah meninggal”. Maka nabi SAW bersabda, “mengapa kamu tidak memberitahuku?” seolah-olah para sahabat menganggap kecil urusannya. Kemudian beliau bersabda, “tunjukanlah aku kuburnya”. Para sahabat menunjukannya. Kemudian nabi SAW menyalati di atas kuburnya. (HR. Bukhori dan Muslim)
Dari sekian banyak kegiatan yang dilakukan dalam masjid ternyata islam mncapi aksiomatis dalam kehidupan. Batapa tidak, aspek sosiologis bahkan sampai fsikis dapat terekam, dari cara orang mensikapi ibadah rosul dapat melihatnya. Seorang taat beribadah shalat berjama’ah, tadarus dan beri’tikaf, sedikit banyaknya memberikan kondisi sikologis dan sosialis orang dalam menapaki kehidupannya. Disisi lain beliaupun memfungsikan masjid sebagai latihan kemiliteran dan ke-medis-an. Ini menambah data akan vitalnya masjid sebagai sentral kegiatan kemanusiaan dan awal pemberangkatan peradaban islam.
Sebagai generasi muslim kita jangan lantas menjadi penikmat sejarah yang miskin generasi pencipta uswah. Tonggak sentral ibadah dan kegiatan mu’amalah harus menjadi program kaum muslimin dalam menjalankan interaksi sosialnya, dan sejatinya ruh amal-amal yang dilaksanakan di masjid menjadi bukti nyata dalam lapangan arus eksibisi kehidupan.Gegap gempita syi’ar islam akan terasa di berbagai pelosok dunia lewat rasa, suara dan karya umat islam dengan menjadikan masjid sebagai sentral dan pasar ataupun “pasir” sebagai bukti kongkrit islam sebagai rahmatan lil’alamin.
Siapa kira orang yang tidak memakmurkan masjid tidak akan di makmurkan lagi kehidupannya oleh sang pemilik masjid?
hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (Qs. Al-Taubah, 9 : 18)
Wallahu a’lam bishshowab.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: