Urgensi Amar Ma’ruf Nahi Munkar

URGENSI AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
Oleh : Irham Shidiq
Mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa saat ini sedang terjadi peristiwa yang sangat besar dalam sejarah umat Islam Indonesia. Sebuah peristiwa besar dalam dunia ilmu-ilmu Islam (‘ulumuddin) sedang terjadi. Serbuan Barat dalam ilmu-ilmu Islam sedang berlangsung besar-besaran – dengan dukungan fasilitas dana yang ‘gila-gilaan dan sokongan para ilmuwan– dalam studi Islam sendiri yang gandrung membuat perubahan dalam keilmuaan Islam. Serbuan (invasi) itu telah menjadi kenyataan dan menemukan realitasnya dalam dunia perguruan tinggi Islam di Indonesia, baik di Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas islam Negeri (UIN), Sekolah Tinggi Islam Negeri (STAIN) dan Perguruan Tinggi Islam Swasta (PTIS). Suasananya menjadi hegemonic. Penerbitan buku-buku dalam studi Islam ‘ala’ orientalis Barat membanjiri di pasaran-pasaran dan menjadi rujukan para mahasiswa bidang studi Islam dalam penulisan makalah, skripsi, tesis, atau disertasi mereka.
Hegemoni Barat dalam studi Islam di Indonesia –dan dunia Islam lainnya—tentulah sangat aneh dan seharusnya menjadi pelecut bagi umat Islam untuk mau bercermin dan melakukan intropeksi total terhadap agenda dan rencana perjuangan mereka. Jika dalam studi Islam saja, umat Islam harus ‘terjajah’ dan terhegemoni, maka sangat bisa dimengerti, jika dalam berbagai aspek lain, seperti ekonomi, politik, militer, dan sebagainya, umat Islam juga sulit keluar dari cengkraman hegemoni, dan sulit mengembangkan kemandiriran.
Hegemoni orientalis Barat dalam studi Islam terbukti telah membawa dampak yang serius dalam kehidupan keagamaan di Indonesia. Berbagai keanehan dan kemunkaran dalam dunia ilamu keislaman telah bermunculan dari tubuh berbagai perguruan tinggi Islam. Tidak sedikit orang-orang yang belajar ilmu-ilmu Islam kemudian justru menjadi penentang Islam yang tangguh dan aktif melakukan dekonstuksi (penghancuran) konsep-konsep dasar Islam. Kemunkaran ilmu bukanlah kemunkaran yang ringan, karena berdampak serius dalam amal perbuatan. “Orang tidak mau shalat lantaran inkar terhadap ilmu (hukum) shalat lebih berat siksaannya ketimbang orang yang bermalas-malasan shalat”
Salah satu kewajiban penting yang diamanhkan oleh Rosulullah saw. kepada kaum muslimin adalah al amru bi al ma’ruf dan al nahyu anil munkar (memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran). Secara umum, kaum muslim wajib mendukung tegaknya kebaikan dan melawan kemunkaran. Tugas ini wajib dilakukan oleh seluruh kaum muslimin, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sebab, Rosulullah saw. telah mengingatkan, agar siapapun jika melihat kemunkaran, maka ia harus mengubah dengan tangan, dengan lisan atau dengan hati, sesuai kapasitasnya. Namun, secara kolektif, umat juga diwajibkan melakukan aktivitas ini secarfa jama’iy, sebab, ada hal-hal yang tidak dapat dilaksanakan secara individual (fardliy).
Dalam kitabnya, Ihya ‘Ulum al Din, Imam al-Ghazali menulis bab khusus tentang amar ma’ruf nahi munkar. Ia menekankan, bahwa aktivitas amar ma’ruf dan nahi munkar adalah kutub terbesar dalam urusan agama. Ia adalah sesuatu yang penting, dan karena misi itulah, maka Allah swt. mengutus para nabi. Jika aktivitas amar ma’ruf nahi munkar hilang, agama menjadi rusak, kesesatan tersebar, kebodohan akan merajalela, satu negeri akan binasa. Begitu juga umat secara keseluruhan.
Jadi, mencegah atau menanggulangi kemunkaran adalah suatu perkara yang sangat serius kedudukannya dalam ajaran Islam. Sebagaimana Allah swt. berfirman dalam beberapa ayat-Nya, diantaranya pada Qs. Ali Imran ayat 104 dan 110, Qs. Al-Taubah ayat 71, al -Maidah ayat 78-79. Karena tidak melarang tindakan munkar diantara mereka, maka kaum Bani Israel itu dikutuk oleh Allah swt. Dalam sebuah hadits disebutkan :
“sesungguhnya manusia, jika mereka melihat kemunkaran, sedangkan mereka tidak mengubahnya, maka datanglah saatnya Allah menjatuhkan siksa-Nya secara umum”. (HR. Abu Dawud).
Jadi, amar ma’ruf nahi munkar memang merupakan kewajiban yang sangat ditekankan oleh Allah swt, dan Rasul-Nya. Bahkan, disebutkan, sejumlah dampak buruk bagi masyarakat, jika amar ma’ruf nahi munkar tidak ditegakan. Siksaan dan adzab Allah akan turun kepada seluruh warga masyarakat, baik yang baik maupun yang dzalim. Tanpa pandang bulu sebagaimana disebutkan dalam Qs. Al-Anfal ayat 25.
Saat ini bukan rahasia lagi, banyak kaum muslimin yang mengabaikan ajaran-ajaran Al-Qur’an. Tetapi, selama ini, mereka tetap yakin bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci. Al-Qur’an adalah firman Allah swt. Tindakan mengabaikan ajaran Al-Qur’an adalah tindakan munkar, tetapi penerbitan buku-buku dan artikel-artikel yang meragukan kesucian Al-Qur’an adalah kemunkaran yang lebih besar. Kaum muslimin marah besar ketika terpetik berita bahwa ketika tentara AS di Guantanamo membuang Al-Qur’an ke kloset. Tetapi respon kaum muslimin pada umumnya dingin-dingin saja, ketika banyak cendikiawan beramai-ramai menghujat Al-Qur’an. Mungkin karena tidak faham atau kurang peduli dengan masalah-masalah pemikiran dan keilmuan, karena hal itu memerlukan energy pemikiran yang tinggi.
Kemungkaran ilmu merupakan kemunkaran terbesar dalam presfektif Islam. Sebab, jika ilmu salah, maka akan muncul ulama yang salah. Jika ulama salah, maka umara (penguasa) dan umat pun akan salah. Kemunkaran ilmu adalah sumber kesalahan asasi dalam Islam. Ilmu yang salah mengacaukan batas antara al-haq dan al-bathil. Orang yang bathil tidak menemukan jalan untuk bertaubat, sebab dia merasa apa yang dilakukannya adalah tindakan yang baik. Dia tidak tahu lagi, mana yang benar dan mana yang salah. Yang benar dianggapnya salah, sedangkan yang bathil dianggapnya benar. Ada pejabat yang dengan semangat menyatakan memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dan serius dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Tapi, pada saat yang sama, ketika banyak rakyat yang kelaparan dan kesulitan menanggung biyaya kesehatan dan pendidikan, dia dengan bangga meresmikan patung pangeran Diponegoro (Di jalan Diponegoro Jakarta), yang harganya mencapai Rp 10 milyar. Sama sekali tidak ada ekspresi kesalahan dalam soal itu.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: