Ilmu Dakwah

INTERAKSI SOSIAL
A. Pengertian
Interaksi Sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun kelompok dengan kelompok .
Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya .
Interaksi social memilki ciri-ciri sebagai berikut:
a) Adanya dua orang pelaku atau lebih
b) Adanya hubungan timbal balik antar pelaku
c) Diawali dengan adanya kontak social baik secara langsung maupun tidak
d) Adanya dimensi waktu (lampau, sekarang, dan akan datang) yang menentukan sifat hubungan timbal balik yang sedang berlangsung
e) Adanya tujuan dari masing-masing pelaku

B. Faktor-faktor yang Mendasari Berlangsungnya Interaksi Sosial
a) Faktor Imitasi adalah Proses belajar seseorang dengan cara meniru orang lain baik dalam sikap, penampilan, tingkah laku maupun gaya hudup.
“lebih jauh, tidak hanya berbicara yang merupakan alat komunikasi yang terpenting, tetapi juga cara-cara yang lainnya untuk menyatakan dirinya dipelajarinya melalui proses imitasi pula. Misalnya, tingkah laku tertentu, cara memberikan salam.
Demikian pula halnya dengan adat-istiadat dan konvensi-konvensi lainnya, yang sangat dipengaruhi oleh imitasi sehingga karenanya terbentuklah tradisi-tradisi yang dapat bertahan berabad-abad lamanya. Tentulah dalam hal itu tidak hanya factor imitasilah yang memegang peranannya tetapi juga struktur masyarakat di mana tradisi itu dipertahankan ”.
Dengan cara imitasi, pandangan dan tingkah laku seseorang dapat mewujudkan sikap-sikap, ide-ide, dan adat-istiadat dari suatu keseluruhan kelompok masyarakat, dan dengan demikian pula seseorang itu dapat lebih melebarkan dan memperluas hubungan dengan orang lain.
b) Faktor Sugesti adalah cara pemberian suatu pengaruh oleh seseorang kepada orang lain dengan cara tertentu sehingga orang tersebut mau mengikuti pengaruhnya.
Berbeda dengan imitasi, yang mana seseorang akan mengikuti sesuatu di luar dirinya. Sugesti dapat memberikan pandangan atau sikap dari dirinya yang kemudian diterima oleh orang lain di luarnya.
Sugesti sebagai suatu proses di mana seorang individu menerima suatu cara penglihatan atau pedoman-pedoman tingkah laku dari orang lain tanpa kritik terlebih dahulu.
Syarat-syarat untuk mempermudah terjadinya sugesti:
1. Sugesti karena hambatan berpikir
2. Sugesti karena keadaan pikran terpecah-pecah (disosiasi)
3. Sugesti karena otoritas
4. Sugesti karena mayoritas
5. Sugesti karena will to believe
c) Faktor Identifikasi adalah adanya dorongan (keinginan) dalam diri seseorang untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain.
Proses pertama berlangsungnya sugesti secara tidak sadar (secara “dengan sendirinya”). Kedua secara irasional. Dan ketiga sugesti mempunyai manfaat untuk melengkapi system norma, cita-cita, dan pedoman tingkah laku orang yang mengidentifikasi itu. Ikatan yang terjadi adalah ikatan bathin yang lebih mendalam daripada ikatan antara orang yang saling mengimitasi tingkah lakunya.
d) Faktor Simpati adalah persaan tertarik yang timbul dalam diri seseorang yang membuatnya merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain.
Simpati timbul tidak atas dasar logis rasional, tetapi berdasarkan penilaian perasaan sebagai proses identifikasi.
“Gejala identifikasi dan simpati itu sebenarnya sudah berdekatan. Akan tetapi, dalam hal simpati yang timbal-balik itu, akan dihasilkan suatu hubungan kerjasama di mana seseorang ingin lebih mengerti orang lain sedemikian jauhnya sehingga ia dapat merasa berpikir dan bertingkah laku seakan-akan ia adalah orang lain itu. Sedangkan identifikasi itu terdapat suatu hubungan di mana yang menghormati dan menjunjung tinggi yang lain, dia ingin belajar daripadanya karena yang lain itu dianggapnya sebagai ideal .
Pada simpati dorongan utama adalah ingin mengerti dan ingin bekerja sama dengan orang lain. Sedangkan pada identifikasi adalah ingin mengikuti jejaknya, ingin mencontoh, dan ingin belajar dari orang lain yang dianggapnya sebagai ideal.
C. Syarat-syarat terjadinya Interaksi Sosial
1. Kontak Sosial
Kontak Sosial adalah Hubungan social antara individu dengan individu yang lain yang bersifat langsung seperti dengan sentuhan, percakapan maupun tatap muka.
Kontak Sosial terbagi ke dalam dua bagian:
1) Kontak Sosial Primer
Kontak sosial yang terjadi secara langsing misalnya: bertatap muka, saling bertegur sapa, berjabat tangan, saling tersenyum, dll.
2) Kontak Sosial Sekunder
Kontak social yang terjadi secara tidak langsung. Contoh: mengrim surat via pos, telepon, SMS, dsb.
2. Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian dari seseorang kepada orang lain yang dilakukan secara langsung maupun melalui alat bantu agar orang lain memberikan tanggapan atau tindakan tertentu.
Orang yang memberi pesan disebut komunikator, isi berita yang disampaikan disebut pesan, sedang orang yang menerima pesan disebut komunikan.
D. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
1. Dissosiatif
a) Persaingan atau Kompetisi
Merupakan Proses sosial yang ditandai adanya saling berlomba/bersaing antar kelompok yang ada untuk mgejar suatu nilai tertentu agar lebih maju, lebih baik, dan lebih kuat.
b) Pertikaian atau Konflik
Adalah proses interaksi sosial yang ditandai adanya persaingan dengan cara menyingkirkan bahkan memusnahkan pihak lain (bersifat negatif).
c) Kontravensi
Bentuk ketidaksukaan secara tersembunyi.
2. Asosiatif
a) Akomodasi
Yaitu proses penyesuaian antar individu dengan individu atau kelompok antarkelompok dengan maksud untuk mengurangi atau mengatasi ketegangan dan kekacauan.
b) Asimilasi
Ialah suatu proses sosial yang ditandai adanya usaha mengurangi perbedaan antarkelompok serta usaha menyamakan kesatuan sikap, mental, dan tindakan demi mencapai tujuan bersama.
c) Kerjasama
Kerjasama timbul apabila kita mempunyai kepentingan yang sama.
Kerjasama terbagi kepada tiga bagian:
1. Coopetation
Ialah apabila dalam suatu jama’ah muncul kesalahpahaman untuk mengatasinya diambil jalan tengah.
2. Bargaining
Ialah kesepakatan dalam “proses bagi hasil”
3. Koalisi
Ialah bentuk kerjasama dari ketika punya musuh bersama. Kerjasama ini bersifat temporer.

4. Join Venture
Ialah lembaga-lembaga keuangan yang mengikuti tender-tender perusahaan-perusahaan besar yang memberikan pinjaman modal (usaha) dengan memberikan bunga kepada peminjam.

SIMPULAN
1. Interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu manusia di mana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya.
2. Imitasi dan sugesti merupakan gejala-gejala yang menerangkan bagaimana terjadinya bahwa suatu sikap, gagasan atau pandangan dapat disebabkan dengan cepat sekali di antara orang banyak, meskipun mungkin tidak begitu mendalam.
3. Identifikasi dan simpati merupakan kelangsungan yang agak memakan waktu tetapi sementara itu perubahan sikap, norma atau cita-cita pada diri orang yang terjadi karenanya merupakan perubahan yang lebih mendalam dan lebih mengenai inti-inti pribadi individu.

BIBLIOGRAFI
1. Gerungan,W.A, 2004, Psikologi Sosial, Bandung, PT. Refika Aditama
2. Muharram, Asep, 2009, Mata Pelajaran Sosiologi Mu’allimin Kelas XII, Garut

INTERAKSI SOSIAL

Diajukan sebagai salah satu Tugas Mata Kuliah Ilmu dakwah Di Fakultas Dakwah
(Komunikasi Penyiaran Islam) Semester III Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Persis Bandung

Dosen
Badru Rifa’i S. sos.i
Disusun Oleh :
Irham Shidiq
Komarudin Shaleh
Erni Heryani
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM PERSATUAN ISLAM
CIGANITRI-BANDUNG
2010 M / 1430 H

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: