Anaalisis Surat Al-atihah

Nama : Irham Shidiq
Nomor Pokok : 08.0128
Fak/Jurusan : Ushuluddin/Tafsir Hadits
Smester : VI (Enam)

ANALISIS TERHADAP TAFSIR SURAT AL FATIHAH
KARYA KH. ACENG ZAKARIA
A. Gambaran umum Tafsir Al Fatihah
1. Motif penulisan Tafsir Surat Al Fatihah
• Motif beliau menulis Tafsir Surat Al Fatihah berawal dari pengalaman dakwah yang dijajakinya ke berbagai daerah di Garut dan daerah lainnya. Khurafat dan kebid’ahan yang masih dominan dalam keseharian ibadah masyarakat Islam dipandang penting untuk dibahas di dalam tafsir ini.
• Beliau melihat bahwa surat Al Fatihah memiliki peran penting dalam umat Islam. Surat ini sangat popular dan mendasar yang sering dibaca baik dalam shalat ataupun ritual lainnya yang diselewengkan oleh kebanyakan umat.
• Dakwah dalam bentuk tulisan menurut beliau memiliki prinsip yang lebih luas dibaca ketimbang dakwah lisan yang hanya bisa disampaikan kepada beberapa orang saja dalam riungan tertentu ataupun dalam waktu yang terbatas. Hal ini terbukti dengan keberadaan bukunya yang telah sampai ke Irian Jaya dan bahkan ke Malaysia.
• Gaya bahasa penulisan Tafsir Surat Al Fatihah menempatkan model penulisan reportase yang ditandai dengan kalimat sederhana, ilegan, komunikatif dan lebih menekankan kepada hal yang bersifat human interest. Misalnya, dengan memakai kata “kita”.
2. Sistematika penulisan Tafsir Surat Al Fatihah. Padanya terdapat 11 poin penting, diantaranya adalah :
 Pertama, pembukaan mengenai surat Al Fatihah secara umum dilihat dari konteks beragam dari nama surat Al Fatihah, Nuzul surat, Fadilah serta Fatihah dalam masalah ke-fiqih-an.
 Kedua, tafsir isti’adzah, kali ini dijelaskan mengenai peran syaitan beserta posisi manusia dengan syaitan
 Ketiga, tafsir Basmalah, rahmat Allah sekaligus bukti yang mengarah kea rah sana dan silaturrahmi sebagai peran penting dalam realisasi mensyukuri ni’mat Allah
 Keempat, tafsir Hamdalah, menjelaskan esensi rasa syukur beserta tanda-tanda kekuasaan Allah yang Nampak pada diri manusia dan alam semesta
 Kelima, tafsir ar Rahman dan ar Rahim, perintah merupakan bukti Rahman dan Rahimnya Allah
 Keenam, tafsir Maliki Yaumi al Din, penegasan tentang ke-Maha Kuasaan Allah beserta konsekuensi dari perbuatan manusia
 Ketujuh, tafsir Iyyakka Na’budu Wa Iyyaka Nasta’inu, menjelaskan hikmah kalimat Iyyaka, beserta target ibadah dan klasifikasi manusia
 Kedelapan, tafsir Wa Iyyaka Nasta’inu, menerangkan pentingnya tolong menolong, berdoa’a serta berobat dengan tidak menggunakan kemusyrikan
 Kesembilan, Ihdina Shirotol Mustaqima, perbedaan thariq, sabil dan shirath, beragam hidayah dan klasifikasi orang yang mendapat dan menolak hidayah
 Kesepuluh, tafsir Shiroto Alladzina An’amta ‘Alaihim, menjelaskan dua macam ni’mat Allah serta pentingnya memahami ayat inna Allaha La Yughayyiru Ma bi Qoumin
 Kesebelas, tafsir Ghairil Maghdhubi ‘Alaihim Wala adh-Dhalina, menerangkan pelaku Maghdhubi dan adh-Dhalin, penyebabnya, bentuk penafsiran yang menyimpang di kalangan umat Islam, kebid’ahan dan hidayah.
B. Sumber Tafsir
Mengacu pada teori dan berdasarkan data-data yang ditemukan dalam Tafsir Surat Al Fatihah, di tinjau dari sumber tafsir, dapat dikatakan bahwa beliau penafsirannya lebih mengarah kepada sumber tafsir bi al Riwayah. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 235 ayat Al-Quran dan 78 Hadits, sebagai sumber dalam menafsirkan Tafsir Surat Al Fatihah.
C. Thuruq Tafsir
Dalam upaya menemukan thuruq tafsir yang beliau gunakan dalam Tafsir Surat Al Fatihah terdapat beberapa tahapan, yaitu :
1. Menafsirkan ayat melalui pendekatan kebahasaan (semantic)
2. Menafsirkan ayat melelui pendekatan ayat (muqorron bainal ayat)
3. Melnafsirkan ayat melalui pendekatan hadits (bayan bil hadits)
4. Menafsirkan ayat melalui pendekatan pendapat para ulama (muqorron bainal mufassir).

D. Corak tafsir
1. Corak Fiqih
2. Corak Sastra Bahasa
3. Corak Ilmi
4. Corak Sosial Kemasyarakatan
Beliau membangun Tafsir Surat Al Fatihah ini dengan corak fiqih. Walaupun didalamnya kelihatan ada pendekatan sastra bahasa, ilmi dan social kemasyarakatan, namun mainstream beliau tetap fiqih. Adapun corak lain yang terdapat dalam Tafsir Surat Al Fatihah ini hanyalah karena sikap beliau yang longgar dalam menerima masukan. Baginya, masukan yang sekiranya dapat bermanfaat bagi pembaca, maka masukan tersebut akan diterima.

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: