PERAN WANITA DALAM BERJAMIYYAH

Oleh: Asri Kamilah
…Kamu adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan untuk manusia, kamu menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar…(Q S Ali Imran : 104)
Ayat di atas menggambarkan, pada hakikatnya manusia sebagai makhluk yang sempurna diciptakan untuk saling menyeru pada kebaikan dan mencegah dari yang munkar. Tugas tersebut jelas menjadikan peranan manusia dimana pun dan dalam hal apa pun harus senantiasa berlandaskan pada kebaikan. Tak terkecuali bagi wanita. Peranan wanita, baik itu sebagai seorang anak, istri, ibu atau anggota masyarakat, haruslah menjadi medianya menyeru pada kebaikan. Peranan wanita dalam hal apapun harus menjadi implementasi dari keimanannya kepada Allah SWT. Peranan tersebut penting sebagai sebuah refleksi rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam kehidupan bermasyarakat-yang kemudian kita sebut jami’iyah-, wanita memiliki peranan yang tak kalah penting dengan para pria. Sebagai bagian dari jam’iyyah, wanita haruslah mengambil perannya dalam menyeru manusia kepada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran, seperti yang telah diperintahkan pada ayat yang disebutkan di atas. Dengan kata lain, peranan wanita sebagai bagian dari jam’iyyah salah satunya adalah berdakwah.
Peranan tersebut harus dilaksanakan dengan tetap melihat skala prioritas dari amanah yang sedang dipikulnya, baik itu sebagai seorang anak, istri, atau ibu.

Masa sebagai Anak

Seorang anak perempuan mempunyai manajemen waktu agak longgar untuk mengatur kegiatannya, kesempatannya untuk berkarya dan memberikan yang terbaik bagi keluarga dan masyarakat terbuka lebar. Masa ini, merupakan masa emas bagi wanita dalam memainkan perananya di tengah-tengah jam’iyyah. Mengingat masa ini identik dengan masa yang penuh harapan, cita-cita, semangat dan enerjik. Berdakwah dan berjuang memberikan yang terbaik untuk jam’iyyah, merupakan hal yang sangat mungkin mampu dilakukan.

Masa Sebagai Istri

Pada masa ini, tidak sedikit wanita yang tidak PeDe bila menyatakan dirinya sebagai ibu rumah tangga, padahal kedudukan mereka dalam islam sebenarnya sangat mulia. Bahkan sebuah hadiah istimewa disediakan baginya, seperti dalam hadits berikut :
Dari Abdurrahman bin Auf r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda : “jika perempuan mengerjakan shalat yang lima, puasa ramadhan, memelihara kehormatannya, dan taat kepada suaminya maka akan dikatakan kepadanya, ‘masuklah ke dalam syurga dari pintu mana saja yang engkau sukai.’”(H.R. Ahmad dan Thabrani)
Berkontribusi pada masyarakat tidak melulu harus diartikan berdakwah di luar rumah, apalagi sampai mengabaikan tugas utamanya sebagai seorang istri. Istri berperan besar sebagai motivator, pendamping, pendukung dakwah suami, karier suami di dalam dan di luar rumah. Dengan demikian, optimalisasi seorang istri di rumah juga merupakan bagian dari esensi dakwah dan kontribusinya di tengah-tengah jam’iyyah, karena secara tidak langsung ia pun telah menyiapkan keluarganya-sebagai anggota masyarakat-menjadi bagian dari masyarakat yang siap membangun Islam di tengah-tengah jam’iyyah.
Rumah merupakan miniatur masyarakat Islam, yang mana seorang istri memainkan peranan penting di dalamnya. Oleh karena itu, optimalisasinya di rumah juga merupakan kontribusinya membangun sebuah jam’iyyah yang rabbani.

Masa Sebagai Ibu

Kaum Ibu mempunyai kedudukan yang agak berbeda dan khas, karena allah SWT telah menempatkan posisi para ibu setara dengan para mujahidah bila ia menjalankan perannya sebagai ibu dan istri yang baik. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“siapa diantara kalian para istri dan ibu ikhlas tinggal di rumah untuk mengasuh anak-anak dan melayani segala urusan suaminya maka ia akan mendapat pahala yang kadarnya sama dengan para mujahidin di jalan Allah” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Sebagai seorang ibu, para wanita harus menyadari bahwa rumah merupakan basis utama kerja dan dakwahnya. Oleh karenanya, nilai ibadah terbesar seorang ibu di mata Allah SWT adalah membesarkan anak-anaknya dengan penuh tanggung jawab. Karena ini pun merupakan bagian dari kontribusinya sebagai bagian dari Jam’iyyah, yakni menyiapkan generasi yang Islami berarti menyiapkan sebuah jam’iyyah yang islami pula.

Semoga kita setiap wanita, dengan apapun perannya dapat memaksimalkan segala potensi yang dimiliki untuk membangun jam’iyyah yang Rabbani. Wallahu ‘alam

4 Komentar»

  Sentot wrote @

Subhanallah, semoga tulisan ini semakin banyak dibaca oleh kaum perempuan di negeri ini yang semakin hari semakin terbuai dengan siaran2 yang menyesatkan, termasuk infotainment yg hanya membawa ghibah & fitnah. Amiiin

  admin wrote @

Amin, dan semoga akh Sentot menjadi putra dari seorang ibu ahli syurga, saudara dari saudari yang taat agama, dan suami sekaligus ayah dari istri dan putri yang Sholehah, amin…

  nina wrote @

Subhanallah betapa besar phala yang diraih oleh seorang wanita, apapun peranannya Allah meninggikan derajatnya, wlw terkadang sec individu wanita itu sendiri merendahkannya bahkan lebih rendah dari pada binatang melata.

  ma’rifah wrote @

Amin….
Subhanallah,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: