Pesona Itu Bernama Teladan

Oleh: Asri Kamilah (Alumnus Pesantren Persatuan Islam Tarogong)
Banyak wanita di dunia ini yang ikut menggoreskan namanya dalam kancah sejarah kehidupan. Lady Diana, wanita anggun yang memiliki jiwa kepedulian yang tinggi. Ratu Elizabeth, penguasa Inggris yang bijak.
Tak terkecuali mujahidah-mujahidah kita, Siti Khadijah, seorang business woman yang juga merupakan orang yang cukup berpengaruh terhadap keberhasilan perjuangan Rasulullah SAW. Kemudian Aisyah, Fatimah Az-Zahra, dan tentu masih banyak kaum hawa lainnya yang mampu menebarkan semerbak pesonanya dalam kehidupan dunia ini.
Tidak ada yang memungkiri pesona dari peran mereka masing-masing, mampu membuat kehidupan pada masanya menjadi lebih baik. Lalu…………apakah pesona itu hanya milik mereka? Tidakkah kita mampu pula menebarkan pesona itu?
Sebagai agama yang sempurna. Islam memandang wanita sebagai unsur penting sebuah kebangkitan, ketahanan, dan keselamatan masyarakat. Kaum hawa memiliki andil besar melahirkan para pahlawan besar yang menggetarkan dunia. Pesona mereka ada pada keluarga, dakwah dan masyarakat.
Wanita, pesona keluarga
Seorang wanita harus yakin bahwa azas perbaikan umat adalah perbaikan keluarga, sedangkan perbaikan keluarga dimulai dari pembenahan diri para pemudi.
Seorang anak perempuan yang berbakti, memaksimalkan kepatuhannya kepada kedua orang tua, serta meyakini bahwa ridho Allah sangat bergantung pada ridho orang tua, tentu ia telah menebarkan pesona kebaikan dan keluhuran Islam dalam pekertinya pada keluarga.
Biasanya,pribadi seorang anak tak terlahir begitu saja. Ada pesona kaum hawa lainnya yang punya andil besar, ia tentu adalah seorang ibu yang menjadi madrasah pertama bagi anak-anaknya. Betapa mahaguna peran wanita dalam keluarga, bangunan peradaban diukir lewat jemari lentik para wanita. Senyumnya, perkataannya, gerak-geriknya, tingkah lakunya, menjadi film dokumenter abadi dalam benak anak-anaknya, yang kemudian menjelma dalam sifat dan sikap mereka.
Wanita, pesona dakwah
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru pada Allah, mengerjakan amal shaleh, dan berkata, ‘sungguh aku termasuk orang-orang yang berserah diri’”( Q. S. Fushilat : 33)
Seorang tokoh berkata, bangsa ini rusak bukan hanya karena tindakan syetan, namun juga karena orang-orang baik memilih diam. Bergerak dan memaksimalkan potensi diri adalah solusi. Mungkin saja banyak yang merasa perannya dalam dakwah tidak begitu besar, banyak yang tidak menyadari sosok muslimah dengan keberadaannya saja bisa memberi pengaruh pada lingkungannya, karena itu hati-hati membawa hati dan tingkah laku.
Wanita, pesona masyarakat
Masyarakat, yakni lingkungan sekitar, tumbuh dengan berbagai tradisi dan aturan. Muslimah yang penuh pesona senantiasa berusaha ikut membangun lingkungan, melestarikan setiap kebaikan, memupuk kemuliaan, serta menumbuhkan seikap saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan.

Keteladanan sejati tidak hanya sempurna berpakaian, diam di rumah, dan bersikap sopan. Namun harus diiringi dengan amal, gerak, serta budi pekerti yang kemudian mampu menumbuhkan kebiasaan baik, “Ala bias karena biasa”.
Muhammad Jauhari pernah berpesan, “kondisikan dirimu untuk berkomitmen pada kebaikan, sebab dengan begitu engkau membuat contoh yang akan ditiru anak-anakmu.”
Ternyata, pesona itu tak hanya milik mereka yang memiliki kebesaran nama. Siapapun kita, seorang perempuan, kehadirannya mampu penuh dengan pesona. Walaupun sangat mungkin pula sarat dengan sumber petaka. Semua kembali pada diri dan nurani masing-masing.
Karena ternyata pesona itu bukanlah kecantikan, kemolekan, atau gelimpangan harta. Pesona itu tak lain adalah teladan, bagi keluarga, dakwah dan masyarakat.
Wallahu ‘alam

No comments yet»

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: